Sabtu, 19 Desember 2015

Tagayan Hijau; Mengalirkan Kearifan Alam dan Hijaunya Bumi

“Tagayan itu apa, bahasa apa?” atau dengan sedikit plesetan seperti, tagayau, tagana, tayagan, sudah sangat sering saya dengar dari orang-orang setiap kali melihat spanduk yang terpampang di teras samping rumah saya. Pertanyaan apa itu Tagayan, dari bahasa apa itu, pertanyaan lumrah seperti itu bisa saya pahami, karena bahasa Tagayan memang sangat asing di telinga mereka. Namun plesetan terhadap Tagayan bisa disengaja, bisa pula karena memang keterasingan kata itu sendiri, maupun kelupaan penyebutan karena tidak familiarnya kata itu di lidah mereka, sehingga terkesan terpleset bahkan takulidas
 Ya, dua kasus di atas bisa disimpulkan karena kata Tagayan memang tidak familiar dilidah dan telingga orang-orang yang baru mendengar atau melafalkannya.
Sebenarnya mulai awal blog ini dibuat, saya juga kesulitan untuk menamainya, mencari nama yang tidak familiar itu lumayan susah bagi saya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nama Tagayan Hijau di blog ini, facebook dan belakangan saya gunakan untuk nama usaha saya.