Selasa, 09 September 2014

Asyiknya Menanam

Setelah lama blog ini “nganggur” karena tidak ada lagi tulisan-tulisan baru muncul di sini disebabkan kesibukkan saya. Kali ini saya coba untuk kembali menggoreskan pena di atas selembar kertas putih nan suci ini (lebay…!! :-D).
Sirsak Madu di Samping Rumah

Kesibukkan saya selama ini memang cukup beralasan, selain sibuk dengan pekerjaan rutin sebagai administrator di almamater saya, disibukkan pula kuliah di pascasarjana. Belum lagi kalau sudah kelelahan, gak bisa cium bau bantal -walau dari jarak jauh- mata udah kaya kelilipan, beban mata semakin berat berton-ton dan akhirnya, bisa dipastikan……ZZzzzzzzz…ZZzzZZzz….ZZZzzz !!
Tin Panache

Dari beberapa kesibukkan yang saya sebutkan di atas ada salah satu kesibukkan yang benar-benar membuat saya sibuk, yaitu ngurus tanaman yang memenuhi penuh halaman rumah saya, hampir-hampir buat lewat aja mesti memiringkan badan dulu (lebay lagi), tapi jujur, memang penuh kok. Sepulang kerja, sore hari menjelang magrib saya sempatkan untuk menyiram, cabut rumput, atau sekedar melihat-lihat tanaman lainnya. Sebelum atau setelah shalat subuh pun tidak jarang saya juga turun ke halaman. Bisa memupuk, menyemprot obat hama, mempebanyak tanaman dari cangkok, stek, sambung pucuk, sambung sisip, sampai top working. Maklum jenis tanaman koleksi saya beragam. Dari tanaman buah, sayuran, obat herbal sampai tanaman hias. Beberapa jenis mangga, lengkeng, jambu biji, jambu air, jeruk manis, jeruk nipis, limau kuit, rambutan, belimbing, beach cerry, tin, durian, lahung, karantungan, maritam, manggis, gitaan, stroberry, nangkadak, sirsak, daun salam, serai, kunyit, jahe, kencur, jagung, cabe, tomat, bawang dayak dan lain sebagainya.
Sayur Selada dan Bibit Tin


Keberhasilan saya memperbanyak tanaman selama ini diperoleh secara otodidak, googling, searching di internet dan ikut gabung dalam beberapa group pecinta tanaman di media sosial facebook. Aktifitas di media sosial inilah yang sangat membantu saya memperbanyak, dan merawat tanaman-tanaman itu. Akhirnya saya pun mulai berani menjadikan hobby ini sebagai pekerjaan sampingan buat tambahan penghasilan walau penghasilannya tidak sebanyak kalau kita tekuni sebagai usaha utama. Di sinilah letak kesenangannya, kita bisa menjadikan hobby sebagai usaha.
Mangga Garifta Merah yang Saya Sambung dengan Batang Bawah Kasturi

Setelah itu kebiasaan menulis di blog jadi terhenti, kecuali ada “pesanan” sebagai wartawan freeline media Tempo English Magazine yang mengharuskan saya turun lapangan untuk meliput. Kecintaan saya pada tanaman memang sudah tumbuh sejak kecil. Masa kecil saya sering tinggal sama nini yang suka menanam dan akhirnya kebiasaan itu menular.
Cabe dalam Polybag

Saya beruntung ditakdirkan cinta tanaman, saya beruntung ditakdirkan suka melihat tanaman yang tumbuh subur. Kalau cinta tanaman yang tumbuh subur pasti akan benci dengan tanaman yang kekeringan, mati dan kena hama. Maka itu, saya mesti ektra telaten untuk merawat tanaman-tanaman saya agar subur, bebas dari hama dan tentunya bisa berbuah. Kesibukkan inilah yang terkadang menjadi alasan saya untuk tidak menengok blog ini, padahal biaya domain setiap tahun terus berjalan. Tahun ini termasuk paling sedikit tulisan saya nampang di blog ini. Semoga ini awal baik buat merawat, memupuk dan memanen lagi blog ini. Amin.

4 komentar:

  1. Salam kenal Bung Adi...
    Saya memahami betul tulisannya, karena saya juga sudah merasakan asyiknya menanam. Dan setuju banget, dengan menanam bisa untuk usaha.
    Tapi berhubung baru setahunan saya menanam jd blm siap utk usaha. Jadi, belajar dulu ke sana kemari, sampe nyangkut di blognya bung Adi.
    Kalo ada waktu mampir ke sini bung: http://salsa-strawberry.blogspot.com/
    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mbak...Alhamdulillah bisa berkunjung di blog sederhana ini. menanam memang mengasyikkan mbak...terima kasih kunjungannya. saya akan berkunjung juga.

      Hapus
  2. saya termasuk orang yang suka menanam, dulu suka banget nanam bunga. namun setelah mulai sibuk kerja akhirnya tanaman saya banyak yg mati :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya, terkadang kesibukkan yang jadi kendala, padahala itu merupakan kesenangan kita, tetap usahakan ada waktu untuk tanaman kita kawan !! :-)

      Hapus