Senin, 27 Mei 2013

Melestarikan Bahasa Banjar



Keberadaan suatu etnis akan diakui apabila bahasa aslinya masih tetap digunakan. Begitu pula dengan bahasa Banjar dari suku Banjar yang mendiami seluruh daerah di Propinsi Kalimantan Selatan. Kini, orang Banjar sendiri banyak lupa dengan bahasanya sendiri, beruntung Prof. Abdul Djebar Hapip, MA mendokumentasikannya dalam sebuah kamus Bahasa Banjar-Indonesia. 
Bahasa Banjar menjadi materi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan

Bahasa Banjar ialah bahasa yang dipergunakan oleh suku Banjar. Secara geografis suku ini pada mulanya mendiami hampir seluruh wilayah Proponsi Kalimantan Selatan sekarang ini yang kemudian akibat perpindahan atau percampuran penduduk dan kebudayaannya di dalam proses waktu berabad-abad, maka suku Banjar dan bahasa Banjar tersebar meluas sampai ke daerah-daerah pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bahkan banyak didapatkan di beberapa tempat di pulau Sumatera yang kebetulan menjadi pemukiman orang-orang perantau dari Banjar sejak lama seperti di Muara Tungkal, Sapat dan Tambilahan. 

Jumat, 04 Januari 2013

Menyambangi Sekolah Bawang Banjarmasin



“24 Tahun Tetap Eksis Dengan Segala Keterbatasan”
 
Kota Banjarmasin ibu kota Kalimantan Selatan dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sebutan ini beralasan karena sebagian wilayah di kelilingi dan dibelah oleh sungai. Sehingga tidak mengherankan kalau kebanyakan pasar di kota ini juga berada di pinggir sungai sebagai mobilitas para pedagang dan pembeli. Sebutlah Pasar Baru, Pasar Lama, Pasar Sudimampir, Pasar Ujung Murung, Pasar Harum Manis dan Pasar Lima Banjarmasin. Lazimnya pasar, suara hiruk pikuk orang didalamnya berbaur dengan asap kendaraan dan teriakan buruh pengangkut barang. Belum lagi kondisi jalanan yang sudah mulai banyak berlubang di tambah kubangan air dibeberapa sudut jalan membuat sebagian orang enggan untuk menginjakkan kakiknya dipasar itu. Melihat kondisi tersebut sebagian orang pun mungkin tidak menyangka bahwa di balik kumuhnya Pasar Lima yang sudah lusuh dimakan waktu ada bilik yang dijadikan para anak-anak  jalanan untuk menimba ilmu. Ya, di lantai dua Pasar Lima Banjarmasin tepatnya disudut paling kanan kita akan menemukan sebuah bilik yang disekelilingnya tumpukan kardus, jemuran pakaian, dan bau pesing tempat orang buang air sembarangan.