Selasa, 18 September 2012

Pesan di Balik Cerita Shaun The Sheep



Satu bulan terakhir ini saya sering mendampingi si kecil Muhammad Hadziq Averroes yang baru berusia 1 tahun 7 bulan untuk menonton acara kartun di televisi swasta nasional, baik pagi maupun sore hari. Sebagai seorang abah, saya punya kewajiban untuk mendampingi anak saya yang sudah mulai belajar ngomong itu, yaitu dengan sesekali mengarahkan dan memberinya penjelasan terhadap acara yang ia tonton.
Foto dari http://www.penchenk.com/2011/11/wallpaper-shaun-sheep-domba-jenaka.html

Kartun yang kami tontong kali ini adalah kartun yang tidak asing lagi, apalagi kalau bukan Shaun The Sheep, cerita dipeternakan domba oleh seorang tuan gendut berkaca mata dibantu seekor anjing yang tak lepas dari jam tangan di tangan kirinya


Kalau kita simak betul-betul film ini memberikan beberapa pesan moril, yaitu sifat kerjasama, tolong menolong, perhatian, tenggang rasa dan lain sebagainya.
Suatu ketika, mobil si pemilik peternakan ini mogok, lalu segerombolan domba dibantu juga si anjing kuning memperbaikinya dan memodifikasinya sebaik mungkin tanpa sepengetahun si pemiliknya. Setelah selesai datanglah si pemiliknya, alangkah terkejutnya ia ketika melihat mobilnya sebagus itu, tidak pikir panjang lalu ia mencobanya dan menjalankannya. Untung tak dapat diraih, mobil yang ia jalankan tidak bisa ia kendalikan sehingga menabrak rumah si anjing yang tidak jauh dari sana, alhasil rumah si anjing hancur berkeping-keping.
Melihat demikian si pemilik peternakan memperbaiki dengan seadanya. Hal yang dikerjakan dengan setengah hati dan asal-asalan tidak bertahan lama, hanya dalam hitungan detik rumah anjing tersebut kembali roboh. Tidak lama kemudian, dengan derai air mata kesedihan si anjing mengambil dan mengemasi barang-barangnya kemudian memikulnya dengan sebuah tongkat meninggalkan peternakan tersebut untuk selama-lamanya. Si anjing berdiri di tepi jalan menunggu bus yang lewat sampai larut malam.
Melihat situasi itu, segerombolan domba mengadakan metting dadakan membicarakan bagaimana caranya supaya rumah si anjing berdiri lagi. Hasil rapat menghasilkan bahwa rumah si anjing harus diusahakan berdiri malam ini juga atau paling tidak besok pagi.
Dengan dikomando salah satu dari mereka, para domba tersebut memasuki rumah tuannya secara diam-diam, mencari barang-barang yang mungkin bisa dipakai untuk mendirikan kembali rumah anjing, ada yang sibuk mencari tabungan si tuan yang disimpan dalam sebuah kaleng kemudian membuka dan menghitung uangnya. Sedangkan yang lain sibuk mengoperasikan komputer untuk membuat rancangan desain dan segala fasilitas  rumah baru si anjing, dan brwossing di internet untuk membeli bahan-bahan dan mengirimkannya malam itu juga.
Keesokan harinya, si anjing yang menunggu bus dipinggir jalan tetap saja ditempat bahkan tertidur sambil berdiri dan terbangun ketika cipratan lumpur di pinggir jalan mengenai mukanya akibat dari sebuah mobil kontainer membawa paket berpeking kayu itu memasuki halaman peternakan tersebut.
Tanpa pikir panjang, segerombolan domba langsung membuka dan memasang bagian-bagian dari isi paket tersebut sesuai desain yang telah mereka buat tadi malam. Tak begitu lama maka jadilah sebuah rumah mungil tapi megah dilengkapi fasilitas lengkap, internet, televisi, kolam renang dan lain sebagainya. Sejak itu pula si anjing merasa bahagia dan kembali bekerja dipeternakan itu.
Sikap kerjasama diantara para domba untuk membantu orang lain sangatlah mulia walaupun berbeda suku, ras, jenis dan kepentingan. Begitupun sifat tenggangrasa sesamanya (dalam episode lainnya) sangatlah kuat, sehingga tidak ada satu dombapun yang mengalami kesulitan sampai domba yang lainnya siap selalu untuk hadir menolong dan memberinya jalan keluar. Sungguh pelajaran dari kandang domba yang patut kita jadikan renungan, bukan malah mengadudombakan orang lain. Semoga Bermanfaat.


7 komentar:

  1. Waw.. kartun2 banyak yang ada pesan positifnya :) keren.


    Btw tambah keren nah pa, blog pian,,

    cuman ada saran neh, mending kolom komentarnya di olah Embed

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalau kita pelajari dan simak benar banyak ilmu yang bisa diambil
      alhamdulillah berkat batakun2 sudah mulai bisa ngelola blog.. terima kasih banyak sarannya nah,bagus banar..katuju dapat kunjungan pian mas..

      Hapus
    2. Siappp,,


      Nah udah mantap om , jadi nang handak bakomen kada repot lagi,,,


      Moga terus semangat ngeblognya om :)

      saLam Blogger Banua

      Hapus
  2. Mantap mang lah... ada sifat kesetiaannya juga yg patut kita tiru tuh. setia pada majikan, setia pada kawan.. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bujur banar..kitanya ha lagi nang manggawi kadanya ya kalo?

      Hapus
  3. tetep aja tv bukanlah edukasi terbaik,karena anak kecil melihat lucunya saja yg mengerti pesan moral yg ada di dalamnya hanya org dewasa.. Apakah anda menjelaskan ke buah hati tentang gotong royong saat menontonnya?? Paling yg ada anda di cuekin

    BalasHapus