Rabu, 25 April 2012

Di Balik Kokohnya Galam yang Terpendam


Rindangnya pohon galam bisa dijadikan tempat berteduh
Galam, atau kayu galam atau nama lengkapnya pohon galam (melaleuca cajuputi) adalah tumbuhan liar yang tidak asing lagi bagi masyarakat yang berdomisli di daerah rawa atau lahan gambut.  Pohon galam bak penyelamat bagi mereka yang akan membangun rumah di kawasan rawa. Setiap yang akan membangun rumah atau bangunan apapun tidak bisa melepaskan diri dari peran pohon galam ini, karena hanya dengan galamlah rumah-rumah atau bangunan mereka bisa terwujud.

Galam tumbuhnya berkelompok
Galam dijadikan siring sebagai penahan tanah
Bunga Galam
Galam biasanya digunakan untuk pondasi sehingga tongkat atau tiang bangunan yang akan ditancapkan ke dalam tanah bisa berdiri tegak dan kokoh, tongkat atau tiang tersebut ditancapkan antara tumpukan galam-galam yang sudah terlebih dahulu ditancapkan, sehingga bersifat mengikat tongkat atau tiang itu. Konon galam mampu bertahan perpuluh-puluh tahun didalam tanah dan terendam dalam air.  Galam juga sering digunakan sebagai siring (penahan tanah dari longsor), penahan dikala mencor bangunan.
Buah Galam
Pohon ini bisa tumbuh mencapai puluhan meter,berdiameter sampai 35 cm. Galam mempunyai kulit yang tebal namun berlapis-lapis tipis dan bertekstur lunak. Galam mempunyai daun yang mirip daun kayu putih, berbunga warna putih dan buah berwarna hijau mirip seperti anggur namun sedikit lebih kecil.
Karena mempunyai peran penting dalam tegaknya bangunan tidak mengherankan kalau harga jual galam dipasaran semakin naik. Saat ini harga galam sepanjang 3 meter berkisar Rp. 5.000 sampai Rp. 6.000, sedangkan panjang 5 meter berkisar Rp. 9.000 sampai Rp. 10.000. Begitu juga dengan jasa menancapkannya sesuai dengan harga jual galam tersebut.
Rumpun galam tumbuh di rawa
Para pencari galam biasanya menggunakan kelotok (perahu) untuk mendapatkannya jauh dipelosok hutan rawa. Galam tumbuh liar, berkelompok dan lumayan rindang. Galam bisa tumbuh dengan cara vegetatif (biji) atau tumbuh melalui akar yang merambat dalam tanah.
Sayangnya keperluan banyaknya galam tidak sebanding dengan upaya untuk menanamnya kembali, walau pohon galam tumbuh liar dan tidak perlu perawatan intensif, namun perlunya kebijakan pemerintah setempat menyelematkannya agar hutan galam tidak berubah fungsi, sebagai lahan perkebunan atau bangunan misalnya. Belakangan dibeberapa sudut Kota Banjarmasin terlihat  tumbuh galam-galam kecil yang sengaja ditanam, hal ini menandakan bahwa ada dari masyarakat Kota Seribu Sungai ini yang peduli dengan masalah ini, selain menyelematkan galam dari kepunahan, penghijaun kota, tapi juga memberi pesan kepada orang-orang bahwa galam mempunyai peran penting dalam pembangunan.
Tegaknya dan megahnya bangunan tergantung banyak dan bagaimana galamnya ditancapkan jauh ke dalam tanah. Ada filosofi galam yang bisa direnungkan ketika menahan kokohnya bangunan, galam bersifat low profil, galam tidak suka menampakkan dirinya dengan kekuatannya, malah lebih suka berdiam diri menahan megahnya bangunan. Ia tidak peduli menggemanya pujian orang terhadap bangunan yang menindihinya, ia tetap bersifat rendah hati, ia tidak mudah congkak dengan kemampuannya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari rendah hatinya galam yang kokoh terpendam.

8 komentar:

  1. wow, sesambil jd fotographer nah pinax beliau... ya kah

    BalasHapus
  2. Sip info dan filosofinya, Pak.

    BalasHapus
  3. Sip, ino dan filosofinya, Pak.

    Salam
    Achmad Siddik Thoha

    BalasHapus
  4. @Pohon Inspirasi: sama-sama pak, semoga bermanfaat... salam hijau..

    BalasHapus
  5. luar biasa sobat, selain kita lebih mengenal kekayan alam kita juga mendapat hal berharga dari artikel ini. Oh ya salam kenal ya sobat,

    BalasHapus
  6. kunjungan balik by : http://www.ayojepret.com

    BalasHapus
  7. Harus tetap di lestarikan pohonnya ..
    Biar tetap lestari dan menjaga lingkungan.

    BalasHapus
  8. @Budi Prasetyo: salam kenal juga, semoga bermanfaat.
    @Akhmad Grafy: terima kasih..
    @Sundul: oke, tugas kita semua sebagai manusia.. terima kasih kunjungannya..

    BalasHapus