Selasa, 29 November 2011

Hijaukan Bumi dengan Pohon dan Menanam



(Refleksi Peringatan Hari Pohon Sedunia 21 Nopember dan Hari Menanam Nasional 28 Nopember)


Bapak Rektor Prof. Dr. H. Akhmad Fauzi Aseri, MA. (kanan) menerima pohon sirsak dari http://tagayanhijau.blogspot.com disaksikan oleh Kepala Humas Bapak Ani C. Maseri  (belakang kanan Bapak Rektor) beserta dosen dan karyawan di lingkungan kampus hijau IAIN Antasari Banjarmasin.



Untuk memperingati dua hari  penting (Hari Pohon Sedunia 21 Nopember dan Hari Menanam Nasional 28 Nopember) yang sering tidak disadari kehadirannya itu, sempat membuat saya bingung. Saya tawarkan dengan kawan-kawan di facebook apa yang bisa dilakukan memperingati dua hari tersebut. Sebagian kawan-kawan menyarankan untuk menanam pohon. Iya, saran yang baik sekali. Menggelar aksi menanam pohon memang aksi paling tepat untuk memperingati dua hari tersebut. Menanam tidak sekedar melakukan aktifitas membuat lubang dan memasukkan bibit dan menimbunnya kembali. Namun menanam lebih kepada upaya untuk bertanggung jawab atas keberlangsungan hidup pohon yang ditanamnya.

Sabtu, 19 November 2011

Pohon Pahlawan (Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia 21 Nopember dan Hari Menanam Nasional 28 Nopember)


“Pohon Makin Sedikit, Bernafas Makin Sulit”, bunyi salah satu baliho besar di halaman kantor Kemeterian Kehutanan Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Beberapa baliho besar bertemakan ajakan untuk mensukseskan penanaman 1 miliyar pohon memang banyak kita temui di kota yang baru saja menjadi pusat pemerintahan Prov Kalsel ini.

Minggu, 13 November 2011

Buah Langka : Buah Maritam


Buah maritam adalah jenis buah yang sudah mulai langka. Buah sejenis rambutan namun memiliki tekstur kulit yang tebal dan kasar ini sudah sangat jarang ditemukan dikarenakan pohon-pohonnya kerap ditebang untuk kepentingan sesaat. Secara tidak sengaja ketika melakukan perjalanan ke Barabai, saya berjumpa dengan penjual buah manis ini di Desa Parincahan. Tidak pikir panjang, lansung saya samperin tu penjual. Satu ikat 3.000 rupiah kata si penjual, saya tawar 2 ikat 5.000 ternyata ia sepakat. Saya berpikir, agar tidak sia-sia, alangkah baiknya biji dari buah favorit yang sudah sangat lama tidak saya temukan ini akan saya semai dan saya tanam sendiri, selebihnya akan saya bagikan dengan orang-orang yang berminat menanam dan menjagannya. Semoga kelak bisa bermanfaat. Amin..