Sabtu, 30 Juli 2011

Balajar Basapida dari Pegawai Bank(g)

"Bah damhatiku ti tukang bangunan”, sapa seorang teman dengan logat kental khas hulu sungainya ketika disuatu pagi melihat saya naik sepeda. Teman akrab bercanda saya itu mungkin punya alasan tersendiri kenapa ia menyapa saya demikian, karena selama ini sering kita lihat yang naik sepeda pada pagi hari sebagian besar mereka adalah para buruh bangunan, atau sering dengan lelocon teman-teman adalah ‘pegawai bank’ (baca: bang), pegawai bangunan maksudnya, hehe.. lagian ketika itu sepeda yang saya gunakan adalah sepeda lusuh, walaupun masih tertempel merk terkenal di framenya, tapi tetap saja lusuh alias buruk, bahkan ketika saya menyervisnya ke bengkel, malah tukang bengkel menyebutnya sepeda merk ‘po*yg*n kedondong’, aspal (asli tapi palsu) rupanya, hahay…

Selasa, 19 Juli 2011

Alam, Interaksi dan Pelestarian (Refleksi Peringatan Hari Ozon dan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor Sedunia)

Laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Kalimantan Selatan semakin menunjukkan pertumbuhan yang semakin pesat. Karuan saja membuat jalanan di Provinsi paling kecil di Kalimantan ini sudah mulai sesak. Menurut sumber pemberitaan Banjarmasin Post online beberapa waktu lalu, kini Kalimantan Selatan dalam setahun menerima penjualan sekitar 118.600 unit kendaraan roda dua dari tiga merek ternama, belum lagi merek lainnya. Begitu pula mobil dalam setahun mampu terjual sekitar 10.000 unit ditambah mobil bekas yang didatangkan dari pulau Jawa mencapai ribuan perbulannya.

Kampus Hijau dan Upaya Menghijaukan Kampus

Meski peringatan hari lingkungan hidup sedunia jatuh pada tanggal 5 Juni kemarin, namun semangat untuk memperingatinya masih kerap digelar. Jumat-Sabtu (10-11/6) lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Mapala Meratus IAIN Antasari Banjarmasin memperingatinya dengan cara yang berbeda, selain melakukan penanaman pohon, mereka juga menggelar kegiatan sehari bebas asap rokok dan kendaraan bermotor (car free day) di kampus IAIN Antasari Banjarmasin. Setiap pengendara kendaraan bermotor diharuskan mematikan mesinnya dan memarkir kendaraannya di depan kampus. Bagi pengguna mobil yang ingin masuk areal kampus, maka panitia bersedia mendorongnya rame-rame. Aksi yang terkesan mendadak ini tentunya mendapat respon yang beragam dari masyarakat kampus hijau ini. Banyak yang mendukung kegiatan ini namun tidak sedikit yang merasa keberatan.

Selasa, 05 Juli 2011

Selamat Hari Keluarga 29 Juni 2011

Muhammad Adi Riswan Al Mubarak, S.H.I.
Sekeluarga
Mengucapkan
“SELAMAT HARI KELUARGA”
29 Juni 2011
…: Mari Menjadi Keluarga Peduli Lingkungan Demi Kehidupan Masa Depan” :…

Tanamkan Kesadaran Lingkungan

Guyuran hujan akhir-akhir ini cukup membuat Kota Seribu Sungai kewalahan menampung debit air yang melimpah, ditambah dataran wilayah Kota Banjarmasin yang memang berada di bawah permukaan air laut.

Perihal ancaman tenggelamnya Kota Banjarmasin, disebabkan beberapa faktor masalah lingkungan yang masih belum mendapat perhatian serius dari warganya itu sendiri, dengan sembari ‘menunggu’ tindakan tegas dari pemerintah setempat. Sebagai contoh perda membuang sampah sembarangan dengan segala ketentuannya masih belum dijalankan secara maksimal. Begitu pula aturan tentang pendirian bangunan permanen dengan sistem panggung yang diyakini bisa memperlancar sanitasi air.

Sebagai warga Banjarmasin sudah barang tentu seharusnya berperan serta dengan segala kesadaran diri penuh untuk berpartisipasi mengantisipasi kemungkinan buruk itu, atau paling tidak sedikit bisa menahan laju air menggenang kota ini.

Minggu, 03 Juli 2011

Ulama dan Kelestarian Alam (Refleksi Hari Bumi Sedunia 22 April 2011)


Empat bulan sudah-semenjak Desember 2010-pohon yang ditanam di sepanjang jalan A.Yani Km. 4,5 sampai Km. 6 Banjarmasin menjadi ‘penghuni baru’ Kota Seribu Sungai. Kini tunas-tunasnya sudah kelihatan mulai lebat, ada perasaan bangga bercampur bahagia ketika melihat pohon itu ditanam dan menjulang tinggi. Ada harapan besar ketika membayangkan pohon-pohon itu bakalan menghijau, rindang dan memberikan keteduhan disetiap orang yang melewati dan memandangnya.
 Akhir-akhir ini pemko Banjarmasin memang lagi menggalakkan penanaman pohon, beberapa titik kota Banjarmasin sedang ditanami pohon, tidak tanggung-tanggung pohon yang ditanam adalah pohon besar yang mencapai ketinggian hampir empat meter. Dengan banyaknya pohon tersebut diharapkan akan ‘sedikit’ bisa menyelamatkan warga Banjarmasin dari ancaman polusi, ‘tenggelam’, kebisingan kota dan hiruk pikuk orang yang berada di atasnya.