Sabtu, 19 Desember 2015

Tagayan Hijau; Mengalirkan Kearifan Alam dan Hijaunya Bumi

“Tagayan itu apa, bahasa apa?” atau dengan sedikit plesetan seperti, tagayau, tagana, tayagan, sudah sangat sering saya dengar dari orang-orang setiap kali melihat spanduk yang terpampang di teras samping rumah saya. Pertanyaan apa itu Tagayan, dari bahasa apa itu, pertanyaan lumrah seperti itu bisa saya pahami, karena bahasa Tagayan memang sangat asing di telinga mereka. Namun plesetan terhadap Tagayan bisa disengaja, bisa pula karena memang keterasingan kata itu sendiri, maupun kelupaan penyebutan karena tidak familiarnya kata itu di lidah mereka, sehingga terkesan terpleset bahkan takulidas
 Ya, dua kasus di atas bisa disimpulkan karena kata Tagayan memang tidak familiar dilidah dan telingga orang-orang yang baru mendengar atau melafalkannya.
Sebenarnya mulai awal blog ini dibuat, saya juga kesulitan untuk menamainya, mencari nama yang tidak familiar itu lumayan susah bagi saya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nama Tagayan Hijau di blog ini, facebook dan belakangan saya gunakan untuk nama usaha saya.

Rabu, 07 Oktober 2015

Perlengkapan Hidroponik di Banjarmasin

Senang rasanya kalau melihat tanaman-tanaman pada subur, hijau dan bisa petik langsung di rumah. Menanam suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, bisa mengisi waktu di akhir pekan, menghilangkan rasa suntuk setelah bergelut dengan berbagai kegiatan dan pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga. Pokoknya menyenangkan sekali.
Starterkit, cara mudah menanam hidroponik pagi pemula
Kini (walaupun metode ini sudah lama ditemukan) menanam tidak lagi hanya tergantung dengan tanah, ada cara "baru", yaitu menanam tanpa media tanah, alias hidroponik. Kami tidak menjelaskan apa itu hidroponik, karena sudah terlalu banyak artikel yang menjelaskan tentang ini, bisa ditemukan di segala media online, media sosial, komunitas-komunitas facebooker, youtube, dan lain sebagainya dengan hanya satu kali menggunakan mesin pencarian google, ada terdapat ratusan referensi tentang menanam hidroponik, sangat mudah sekali.

Kamis, 03 September 2015

Susah Melarang Orang Merokok ?

contoh stiker yang bisa dipasang di tempat umum

Ketika kita kedatangan tamu, atau sedang bertamu, ataupun dilingkungan orang yang suka merokok, terkadang kita merasa canggung, susah, gak enak kalau harus melarang orang berokok di depan kita. Perda yang biasa diterbitkan di beberapa daerah tentang kawasan dilarang merokok juga kerap tak mampu 'menahan' orang untuk tidak merokok di kawasan larangan merokok. Peraturan Daerah (Perda) memang datangnya setelah orang sudah terbiasa merokok di depan umum. Inilah susahnya.

Selasa, 17 Februari 2015

Ini Ceritaku Berkebun (1)

Halamanku sudah penuh dengan tanaman-tanaman tabulampot maupun yang ada di dalam polybag kecil-kecil, sedang, dan besar-besar. Dengan berbagai pertimbangan, minta saran isteri akhirnya “Bismillahirrahmanirrahim” aku putuskan untuk menyingkirkan tanaman-tanaman itu dari halaman rumahku, walau memang ada beberapa yang ditinggal untuk hanya sekedar buat memberi teduh halaman rumahku. Koleksi tanamanku bisa dilihat di sini :-)
Tebang habis pohon kakao
Kok disingkirkan? gak dijual atau dihibahkan atau diapain kah? hehe.. iya memang disingkirkan, dengan maksud

Selasa, 09 September 2014

Asyiknya Menanam

Setelah lama blog ini “nganggur” karena tidak ada lagi tulisan-tulisan baru muncul di sini disebabkan kesibukkan saya. Kali ini saya coba untuk kembali menggoreskan pena di atas selembar kertas putih nan suci ini (lebay…!! :-D).
Sirsak Madu di Samping Rumah

Kesibukkan saya selama ini memang cukup beralasan, selain sibuk dengan pekerjaan rutin sebagai administrator di almamater saya, disibukkan pula kuliah di pascasarjana. Belum lagi kalau sudah kelelahan, gak bisa cium bau bantal -walau dari jarak jauh- mata udah kaya kelilipan, beban mata semakin berat berton-ton dan akhirnya, bisa dipastikan……ZZzzzzzzz…ZZzzZZzz….ZZZzzz !!
Tin Panache

Dari beberapa kesibukkan yang saya sebutkan di atas ada salah satu kesibukkan yang benar-benar membuat saya sibuk, yaitu ngurus tanaman yang memenuhi penuh halaman rumah saya, hampir-hampir buat lewat aja mesti memiringkan badan dulu (lebay lagi), tapi jujur, memang penuh kok. Sepulang kerja, sore hari menjelang magrib saya sempatkan untuk menyiram, cabut rumput, atau sekedar melihat-lihat tanaman lainnya. Sebelum atau setelah shalat subuh pun tidak jarang saya juga turun ke halaman. Bisa memupuk, menyemprot obat hama, mempebanyak tanaman dari cangkok, stek, sambung pucuk, sambung sisip, sampai top working. Maklum jenis tanaman koleksi saya beragam. Dari tanaman buah, sayuran, obat herbal sampai tanaman hias. Beberapa jenis mangga, lengkeng, jambu biji, jambu air, jeruk manis, jeruk nipis, limau kuit, rambutan, belimbing, beach cerry, tin, durian, lahung, karantungan, maritam, manggis, gitaan, stroberry, nangkadak, sirsak, daun salam, serai, kunyit, jahe, kencur, jagung, cabe, tomat, bawang dayak dan lain sebagainya.
Sayur Selada dan Bibit Tin

Senin, 17 Februari 2014

Menjaga Air, Menghijaukan Banjarmasin

Kota Banjarmasin kerap dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Entah apa yang melatarbelakangi penyebutan ini, kenyataannya memang karena Kota Banjarmasin yang memiliki luas wilayah kurang lebih 98 KM² ini dibelah oleh Sungai Martapura dan di sambung oleh anak-anaknya yang memasuki perkampungan di Kota Banjarmasin, sehingga tidak mengherankan banyak penamaan kampung didahului dengan penyebutan kata sungai. Kota Banjarmasin persis terletak di antara belahan Sungai Martapura yang berhulu di kaki Pegunungan Meratus di Wilayah Kabupaten Banjar memasuki Kota Banjarmasin dari arah Timur Laut menuju Barat Daya dan bermuara di Sungai Barito. Anak-anak sungainya di musim kemarau airnya menjadi payau akibat masuknya air laut ke darat. Melihat dari sejarah dan profil Kota Banjarmasin yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sungai dan air, mengindikasikan bahwa air dan sungai menjadi sangat penting kehadirannya bagi masyarakat Kota Banjarmasin, sejak dulu sampai sekarang.