Senin, 17 Februari 2014

Menjaga Air, Menghijaukan Banjarmasin

Kota Banjarmasin kerap dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai. Entah apa yang melatarbelakangi penyebutan ini, kenyataannya memang karena Kota Banjarmasin yang memiliki luas wilayah kurang lebih 98 KM² ini dibelah oleh Sungai Martapura dan di sambung oleh anak-anaknya yang memasuki perkampungan di Kota Banjarmasin, sehingga tidak mengherankan banyak penamaan kampung didahului dengan penyebutan kata sungai. Kota Banjarmasin persis terletak di antara belahan Sungai Martapura yang berhulu di kaki Pegunungan Meratus di Wilayah Kabupaten Banjar memasuki Kota Banjarmasin dari arah Timur Laut menuju Barat Daya dan bermuara di Sungai Barito. Anak-anak sungainya di musim kemarau airnya menjadi payau akibat masuknya air laut ke darat. Melihat dari sejarah dan profil Kota Banjarmasin yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sungai dan air, mengindikasikan bahwa air dan sungai menjadi sangat penting kehadirannya bagi masyarakat Kota Banjarmasin, sejak dulu sampai sekarang.

Senin, 27 Mei 2013

Melestarikan Bahasa Banjar



Keberadaan suatu etnis akan diakui apabila bahasa aslinya masih tetap digunakan. Begitu pula dengan bahasa Banjar dari suku Banjar yang mendiami seluruh daerah di Propinsi Kalimantan Selatan. Kini, orang Banjar sendiri banyak lupa dengan bahasanya sendiri, beruntung Prof. Abdul Djebar Hapip, MA mendokumentasikannya dalam sebuah kamus Bahasa Banjar-Indonesia. 
Bahasa Banjar menjadi materi muatan lokal di sekolah-sekolah di Kalimantan Selatan

Bahasa Banjar ialah bahasa yang dipergunakan oleh suku Banjar. Secara geografis suku ini pada mulanya mendiami hampir seluruh wilayah Proponsi Kalimantan Selatan sekarang ini yang kemudian akibat perpindahan atau percampuran penduduk dan kebudayaannya di dalam proses waktu berabad-abad, maka suku Banjar dan bahasa Banjar tersebar meluas sampai ke daerah-daerah pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bahkan banyak didapatkan di beberapa tempat di pulau Sumatera yang kebetulan menjadi pemukiman orang-orang perantau dari Banjar sejak lama seperti di Muara Tungkal, Sapat dan Tambilahan. 

Jumat, 04 Januari 2013

Menyambangi Sekolah Bawang Banjarmasin



“24 Tahun Tetap Eksis Dengan Segala Keterbatasan”
 
Kota Banjarmasin ibu kota Kalimantan Selatan dikenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sebutan ini beralasan karena sebagian wilayah di kelilingi dan dibelah oleh sungai. Sehingga tidak mengherankan kalau kebanyakan pasar di kota ini juga berada di pinggir sungai sebagai mobilitas para pedagang dan pembeli. Sebutlah Pasar Baru, Pasar Lama, Pasar Sudimampir, Pasar Ujung Murung, Pasar Harum Manis dan Pasar Lima Banjarmasin. Lazimnya pasar, suara hiruk pikuk orang didalamnya berbaur dengan asap kendaraan dan teriakan buruh pengangkut barang. Belum lagi kondisi jalanan yang sudah mulai banyak berlubang di tambah kubangan air dibeberapa sudut jalan membuat sebagian orang enggan untuk menginjakkan kakiknya dipasar itu. Melihat kondisi tersebut sebagian orang pun mungkin tidak menyangka bahwa di balik kumuhnya Pasar Lima yang sudah lusuh dimakan waktu ada bilik yang dijadikan para anak-anak  jalanan untuk menimba ilmu. Ya, di lantai dua Pasar Lima Banjarmasin tepatnya disudut paling kanan kita akan menemukan sebuah bilik yang disekelilingnya tumpukan kardus, jemuran pakaian, dan bau pesing tempat orang buang air sembarangan.

Kamis, 29 November 2012

Tagayan Hijau Turut Serta Menghijaukan Bumi


Rusaknya alam tidak sebanding dengan upaya penyelamatan dan kepedulian terhadapnya. Kepedulian kepada alam dan bumi seyogyanya harus tumbuh dalam diri setiap individu manusia yang bepijak di atas bumi dan bernaung di bawah langit ini. Dimulai dari lingkungan keluarga dan dimulai sejak saat ini.
Menanam pohon atau sayuran di pekarangan adalah cara paling mudah untuk sedikit bisa ikut handil dalam upaya penyelamatan lingkungan tersebut.
Beberapa bulan lalu saya dikejutkan dengan sepucuk amplop putih yang bertuliskan “Bantuan untuk penyemaian bibit di Tagayan Hijau mohon diterima bang Adi”,

Cara Menanam dan Merawat Sirsak dan Salam



Setelah anda menerima pohon dari Tagayan Hijau lakukan hal-hal berikut:
1.    Taruhlah pohon anda ditempat teduh, jangan dimasukkan kedalam tas/kantongan plastik tertutup (untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai oleh tanah disarankan anda mengurangi/tidak menggunakannya).
2.    Tentukan di mana anda akan menanamnya, usahakan tidak jauh dari lingkungan anda, sehingga apabila anda memerlukannya anda tidak perlu jauh-jauh untuk mengambilnya. Apabila anda bermaksud untuk menamnya dipekarangan rumah lakukan hal ke 3 di bawah ini.

Beberapa Manfaat Sirsak dan Salam


Pohon sirsak diantaranya berkhasiat untuk:
1.    Mengobati Penyakit Kanker:
Caranya: rebus 10 lembar daun sirsak yg tua dengan 3 gelas air sampai tinggal 1 gelas, minum pagi dan petang/malam hari selama 2 minggu. Daun sirsak mempunyai sifat seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi, daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

Minggu, 18 November 2012

Menengok Aktivitas Pemenang Kalpataru 2012

Galuh Saly nama yang diberikan orangtuanya, sekilas tidak ada yang istimewa dari penampilan ibu enam anak ini, rumahnya yang berada di tepi jalan provinsi terlihat begitu sederhana, halamannya yang luas ditanaminya beberapa pohon buah naga, pepaya, bawang hutan dan beberapa tanaman kecil lainnya. Mobil Toyota bututnya juga terparkir di teras rumahnya, mobil itulah yang setia menemani setiap aktivitas lingkungannya.
Galuh Saly dengan Penghargaan Kalpatarunya
Saat Tagayan Hijau (Tajau) bertandang ke rumahnya di Jalan A. Yani Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan (15/11) sambutan hangat langsung diberikannya. Begitu juga ketika Tajau mengajaknya bicara langkahnya langsung mengajak kami ke pekarangan belakang rumahnya.